KOSONG
........
Mencoba menatap cakrawala
Aroma senja dan siluet sang surya menyapa
Gemercik air memanggil
Hariku sejenak menjadi lentera
Riuh ruah malam yang masyghul dengan ayat-ayat-Nya
Indah... namun beenada fana. Kadang...
Berhenti tanpa memberi makna...
Bila waktu telah menggenggam setiap nafas dan jeda
Entah berapa lama ia akan mengendap
Rasa itu seperti lautan
Sedangkan pikiran adalah mutiaranya
Angin itu seperti awan yang mengandung beban airnya
Menjadi hujan untuk memberi kehidupan. Tetapi..
Aku sebatas tinta yang terpercik menyaksikannya
Mengapa terbentang seribu tabir antara mata dan hati?
Andai eliksir kehidupan mampu menetralisir
Semuanya tak akan seperti ini...
Rentetan asa yang menggantung bersama nyanyian malam, mencipta
Ornamen-ornamen kehidupan..
Jika pelita mengambil cahaya dari rembulan
Izinkan aku mengambil secercah cahaya dirimu wahai asaku
..........
Mencoba menatap cakrawala
Aroma senja dan siluet sang surya menyapa
Gemercik air memanggil
Hariku sejenak menjadi lentera
Riuh ruah malam yang masyghul dengan ayat-ayat-Nya
Indah... namun beenada fana. Kadang...
Berhenti tanpa memberi makna...
Bila waktu telah menggenggam setiap nafas dan jeda
Entah berapa lama ia akan mengendap
Rasa itu seperti lautan
Sedangkan pikiran adalah mutiaranya
Angin itu seperti awan yang mengandung beban airnya
Menjadi hujan untuk memberi kehidupan. Tetapi..
Aku sebatas tinta yang terpercik menyaksikannya
Mengapa terbentang seribu tabir antara mata dan hati?
Andai eliksir kehidupan mampu menetralisir
Semuanya tak akan seperti ini...
Rentetan asa yang menggantung bersama nyanyian malam, mencipta
Ornamen-ornamen kehidupan..
Jika pelita mengambil cahaya dari rembulan
Izinkan aku mengambil secercah cahaya dirimu wahai asaku
..........
HARUSKAH ADA?
Dan tiba2 pena ini tidak bisa untuk
menyorat-nyoret lagi
Berkali-kali dia mencobanya,
Aaaaarrgh.. trnyata tetap tidak
bisa.
ataukah tintanya telah habis?
Tidak, masih penuh malah.
Kenapa kamu pena?
Bukankah kamu telah mengerti dengan kemungkinan-kemungkinan
yang akan terjadi,
terus kenapa kamu masih sulit untuk
menorehkannya?, geram pena itu kepada dirinya sendiri.
entahlah, jawabnya singkat.
padahal dia pun mengerti.
ya. Di sana, sang pena terus
berjalan menyusuri lembaran-lembaran berikutnya.
bahkan dengan tinta emasnya
-mungkin- akan menemukan hal baru
yang kan menjadi catatan
terindahnya.
Wahai sang pena, jangan berhenti
menggoreskan cerita terbaikmu..
Meski pena ini tak mampu mengiringi
setiap langkahnya
Namun pinta pena pada Rabb-nya tak
pernah berhenti mengalir...
Teruntuk sang pena yang sedang
berjuang nun jauh di sana...
MALIKAH
SLAYER MERAH
tersaksi di bawah rautan siang
derap langkah semakin menderap,,
seolah merefleksi himmah para
pejuang
andai waktu mampu berkoalisi
karna satu jua
menyusun ulang mimpi-mimpi lama
yang sempat melapuk diri di hati
rakyat pinggiran
meski,,
baretan luka makin meradang
tersenggal-senggal debu jalanan
slayer merah..
kan terikat di kepala,
kami tetap berjuang!!!
Salju
Jakarta
Seonggok
sampah terbalut emas
Itulah
dirimu
Jakarta
Takdir tak berlaku di kehidupanmu
Tangan
tuhan seakan tak dapat merngkuhmu
Hitam,
putih tak menentu
Kau
sajikan oase
Dan
kau sebut itu surga dunia ?
Pilu…
Otakmu
sebagian telah di kuasai oleh
kawanan kegelapan,
Yang menawarkan kepalsuan
Mereka
pintar bersembunyi
Padahal
nyata-nyata,mereka telah mencuri
kau
bagaikan maghnet
beribu2
jiwa datang kepadamu dan meminta belas kasihmu
mereka
tidak tahu betapa kerasnya hidup yang kau berikan
berjuta
pula kisah terekam,
nyanyian kehidupan
menjadi
mozaik2 dalam darah dagingmu
dan
sekarang
aku
di sini
menjadi
bagian dalam sel tubuhmu
seseoraang
yang asing
tak
ku percaya aku pada pandanganku
begitu
banyak hal telah mengambil dariku
aku
kesepian di keramaian
aku
muak pada gelapnya awan
pada
bisingnya jalan
pada
neraka dunia,ini
setiap malam
pada
sepasang bulan dan bintang tua
aku
bertanya
akankah
salju turun di Jakarta?
ESTETIKA SANG GURU
Sang
guru
Mendekatlah
pada kami dan dengarkan kasidah ikan-ikanmu
Lautan
yang begitu jernih
Yang
setiap hari diarungi ikan-ikan kecil dan plankton
Hamparan
sawah dengan padi yang menguning
Seperti
rambutmu yang semakin merundukkan diri
Airmata
ketulusan
Yang
selalu ada dibalik gembur subur tanahmu
Tersimpan
dibalik etalase megah gedungmu
Hebat
Kau
memang pantas divonis sang guru
Kau
bagaikan seniman
Yang
memberi pahatan pada watak muridmu
Kau
bagaikan arsitektur
Yang
membangun jati diri muridmu hingga kokoh
Kau
bagaikan pelukis
Yang
mewarnai muridmu sehari-hari
Tanpa
bosan masih ingin kupanen kesabaranmu yang lain
Hingga
tersungkur dan terkubur
Dalam
keindahan sesuatu yang indah dan
Estetismu
Daqoiqul Misbah
TUNAS KAMBOJA
Brahma kan
turun kala Shiwa terlelap
Mahadewa dan
Mahaswara tak kuasa menahan
Waktu Brahma
untuk muncul
Bukan ceritera
Mahabbarata atau Ramayana
Atau tentang
Weda
Kamboja
Bukan bunga
yang disebar
Melainkan tunas,
tumbuh dan berbunga sakura
Bunga tak akan
seindah tumbuhannya
Tak mengenai
rontal kamboja maupun sakura
Tapi tunas yang akan berbunga
TUNAS KAMBOJA
Gugurnya Sang Perubah Keadaan
HIDUP MAHASISWA!!!
Dulu
teriakan itu sungguh sangat familiar ditelinga
Teriakan
pembakar semangat
Seruan
yang sangat ampuh
Rezim
Sang penguasa negeri ini pun dapat ditumbangkan
HIDUP MAHASISWA!!!
Hilang
kemana teriakan itu
Langka,
bahkan sudah tiada
Sungguh
ironis memang
Dulu
mahasiswa identik dengan kopi dan rokok
Mahasiswa
sebagai agent of social change
Mahasiswa
yang peduli akan masyarakat sekitar
Mahasiswa
yang peduli akan nasib rakyat kecil
Sekarang,
mahasiswa hanya sibuk dengan buku
Tukar
pikiran dengan sahabat saja tiada waktu
Apalagi
kepikiran nasib rakyat kecil
Sungguh
egois
Apakah
mahasiswa sekarang layak disebut mahasiswa???
Mari
kita yang merasa mahasiswa renungkan sejenak
Pantaskah
kita disebut MAHASISWA??
Mahasiswa
sekarang tak ubahnya seorang siswa
Yang
mau diatur oleh peraturan birokrasi
Aktivis kampus
Syair untuk Sahabat Mutakhorijin/jat 2012-2013
Menjelang kepergian mu
Rasa khawatir yang dlu menghantui ku
Kini telah terbayang kan lagi
rasanya sulit untuk melepaskan mu dari kehidupan ku
tangan mu yang selalu terbuka untuk ku
yang selalu welcome dengan kedatangan ku
kini akan meninggalkan diriku di sini
uluran tangan yang siap sigap di saat aku terjatuh
dan mampu mengangtkat ku dari keterpurukan
kini akan lekang oleh waktu
semuanya akan berakhir di bawah tenda kedamaian
tenda yang telah menutup lembaran cerita ku bersama mu
tenda yang akan menjad saksi bisu yg mampu mnyaksikan kish ku dan kisah mu
kamu akan pergi dengan jalan mu masing-masing
tapi,rasa ikhlas untk mlepas mu sangat berat bagi ku
ingin ku ulang potret kehidupan bersama mu
ingn ku stagnankan waktu itu
tapi entahlah apa daya aku juga tak mampu
karena ini saat akhir sebuah cerita ku bersama mu
untuk melanjutkan cerita kehidupan ku dan kehidupan mu masing-masing
FAWAZ Joung Java (Ikamaru angkatan 2013)
WANITA
Dia
tercipta bukan diri kelopak mata
Karena tak
semua mata berhak menatapnya
Tak juga
dari tulang rahang
Karna
berbahaya jika membiarkanya dalam pujian
Tak juga
dari tulang kaki
Karna
terlalu hina jika diperbudakkan
Tetapi dari
rusuk
Yang dekat dengan
hati untuk dicinta
Yang 12 tulangnya terbentuk untuk dipeluk
Yang
bengkok kaerna butuh tuntunan
dan yang
tak mudah lurus karna harus sabar menghadapinya.
Laily
Fathiya
لماذا نغلق عيننا حين ننام؟
لماذا نغلق عيننا حين
ننام؟
حين نبكي؟ حين ننظر؟
لان زينة الدنيا لا يظهر
اذ نجد الشبخ
الذي يستوي فريده معنا
نشترك به, و نقع في غريب
واحد
يسمى الحب
هناك الامور لا نريد ان
نعزله
من لا نريد ان نتركه,
تعزيله لا الاخر من الدنيا,
ولكنه مبتدئ لحياة جديد
كان السرور لاؤلئك
المجرحون
هم قد طلب و يطلب
و قد يحاول
لانهم يعرفون "ما
اهم" من يمس حياتهم
الحب الحقيقي هو حين
ينقط الدموع و يفضل به
هو حين لا يفضلك
و كنت في انتظاره بالوفي
هو حين يحب الاخر
و كنت يتبسم و تقول
"انا اتبع السرور اليك"
اذالحب لا تلتقي فابراء نفسك
دع قلبك يرجع الى
استقلال
ممكن انت تحس تشرق الحب
و غروبه
لكن اذا مات تلك الحب
فلا تموت معه
MALIKAH
MALIKAH
Masihkah bangsa ini peduli????
Gemuruh
rasa yang kian menjalar
Atas
polah tingkah pemangku amanah rakyat
Keserakahan..Skandal..
Sandiwara.. Formalitas..
Pembodohan rakyat!!!
Tak ada
habisnya bangsa ini berbicara
Kekejaman
kekuasaan
Penyimpangan
dan penyalahgunaan
Telah
mencabik diri, merenggut tragedi
Korupsi..
Hampir
di setiap tingkat jabatan
Dari
atasan sampai bawahan
Sadarkah
kalian dampak dari kelakuanmu??
Ialah
penyebab kemiskinan dan kebodohan
Ialah
penyebab maraknya pengangguran
Ialah
penyebab kriminalitas yang semakin menjadi
Ialah
penyebab degradasi moral bangsa dan perusak tatanan sosial
Siapakah
yang bertanggungjawab atas semua ini??
Rakyat
kecil sebagai korban
Ia hanya
bisa meronta
Mengemis
kesana kemari
Mengadu
nasib demi secuil nasi
Tapi..
cemooh tiada henti
Bahkan
kekerasan dari penguasa yang tak punya hati nurani
Masihkan
bangsa ini peduli
Atas
merajalelanya korupsi
Masihkah
bangsa ini peduli
Atas
terkikisnya demokrasi
Masihkah
bangsa ini peduli
Atas
mahalnya kebenaran dan keadilan
Masihkah
bangsa ini peduli??
Malikah
TAK TIDAK
Ingin dicinta
Tapi tak mau mencinta
Ingin dimanja
Tapi tak mau memanja
Ingin dihormati
Tapi tak mau menghormati
Sendainya "tidak" di awal
dan
"tak" dihapus
mungkin semuanya akan....
Ibil Ar-Rambany
Tapi tak mau mencinta
Ingin dimanja
Tapi tak mau memanja
Ingin dihormati
Tapi tak mau menghormati
Sendainya "tidak" di awal
dan
"tak" dihapus
mungkin semuanya akan....
Ibil Ar-Rambany
AKU
Aku, akhir-akhir ini bukanlah aku,,,
Akhir-akhir ini, aku putus dengan
aku
Siapa aku yang sekarang,
Aku bukan aku yang dulu
Aku adalah aku, sekarang
Aku rindu aku yang dulu,
Tapi aku juga ingin menjadi aku yang
sekarang,
Aku dulua taat kepada Tuhannya,
Aku sekarang....
Masih taat, namun,,
Sering melawan,,
Kenapa aku?
Kenapa aku?
Kenapa aku?
Aku kenapa?
Entah aku kenapa, dan kenapa aku..
Sungguh, aku bukanlah aku,
Aku adalah orang lain,
Aku bukan siapa-siapa,
Aku tidak tahu siapa aku..
Aku, hidupku, sama dengan matiku,,,
Itulah aku.
Ibil Ar Rambany
BUSUK
Terbaring
lemah di atas alas busuk
Kurus,
kurang makan
Uban
putih menganga di kepala
Berdiri,,,,,
Sungguh
tak berwibawa
Berjalan,,,,
Sempoyongan
Terjatuh,,,,,
Nafasnya
terputus
Bukan
untuk sementara waktu
Namun
untuk selamanya
Busuk
jasadnya,,,,,
Ruhnya
menagis sekuat tenaga
Berharap
seseorang mendengarnya
Namun………
Tak
ada yang peduli
Seakan
semua kuping tertutup
Tak
ada yang mengendus bau busuk yang semerbak
Seakan
hidung tersumbat
Sungguh,,,,,,
Semua
berhidung busuk
Ibil Ar Rambany








.jpg)
.jpg)